Kalau di blog sebelumnya saya nulis soal Max Verstappen yang lagi coba hal baru di Nürburgring, maka sekarang hasilnya sudah keluar dan ternyata lumayan bikin senyum tipis: Verstappen dan timnya start dari posisi ke-4 di 24 Hours of Nürburgring. Di sesi penentuan terakhir, mobil #3 Mercedes-AMG Team Verstappen Racing yang dibagi bersama Dani Juncadella, Jules Gounon, dan Lucas Auer mencatat waktu 8:12.005, cuma kalah tipis dari pole time Lamborghini di depan mereka. 

Yang menarik, ini bukan hasil asal lewat. Verstappen memang sejak awal bilang target mereka adalah tembus ke Top Qualifying 3, dan dia cukup puas karena lap terakhirnya masih cukup cepat, apalagi kondisi trek juga kering dan mobil terasa enak. Jadi buat debut di ajang sekeras Nürburgring 24 jam, hasil P4 ini sudah termasuk rapi, bukan sekadar numpang lewat. 

Saya sendiri suka cara cerita kayak gini, karena Nürburgring memang bukan sirkuit yang suka kasih hadiah gratis. Treknya panjang, liar, dan terkenal sebagai The Green Hell, jadi kalau bisa masuk baris depan saja itu sudah tanda kalau timnya memang serius. Dalam sesi terakhir itu, pole direbut oleh #84 Red Bull Team ABT Lamborghini milik Luca Engstler dengan waktu 8:11.123, sementara Verstappen justru harus puas di belakang mereka—tetap kencang, tapi belum paling depan. 

“Kalau di F1 dia biasa ngejar kemenangan, di Nürburgring dia malah harus ngejar tempat start yang layak. Dan tetap saja hasilnya masih tajam.”

Satu hal yang bikin event ini makin ramai adalah antusiasme penonton. Reuters menulis kalau debut Verstappen di ajang ini ikut bikin minat melonjak besar, sampai tiket akhir pekan terjual habis untuk pertama kalinya dalam sejarah event tersebut. Bahkan disebut ada 161 entri dari 23 kelas, jadi atmosfernya memang bukan balapan kecil-kecilan. 

Kalau saya simpulkan dengan gaya paling jujur: P4 itu hasil yang bagus. Bukan pole, memang. Tapi untuk debut di Nürburgring 24 Hours, start dari posisi empat sudah cukup buat bilang kalau Verstappen bukan datang cuma buat pamer nama. Dia datang, adaptasi, lolos ke tahap akhir, lalu pulang dengan hasil yang tetap kompetitif. 

“Di tempat lain dia pemburu pole. Di sini, dia jadi tamu cepat yang tetap harus hormat sama trek.”

Sumber