Kalau Belanda baru sehari sebelumnya mengirim pesan kepada Grup F dengan kemenangan 5-1 atas Swedia, Jepang menjawab pesan itu dengan cara yang tidak kalah brutal.

Empat gol.

Clean sheet.

Dan nyaris tanpa memberi Tunisia kesempatan bernapas.

Di Monterrey, Samurai Biru tampil seperti tim yang sedang terburu-buru menuju babak gugur. Tunisia yang datang dengan pelatih baru Hervé Renard justru terlihat semakin tersesat. 

Pertandingan bahkan belum benar-benar dimulai ketika Jepang sudah unggul.

Menit ke-4, Daichi Kamada memanfaatkan celah di pertahanan Tunisia dan menyelesaikan serangan cepat Jepang dengan tenang.

Gol.

0-1.

Empat menit.

Selesai sudah seluruh rencana Tunisia untuk bermain hati-hati. 

Gol cepat itu membuat Jepang bermain semakin nyaman.

Mereka menguasai bola, menekan tinggi, dan membuat Tunisia kesulitan keluar dari area pertahanannya sendiri. Tanpa Takefusa Kubo yang cedera, banyak yang bertanya apakah kreativitas Jepang akan berkurang.

Jawabannya?

Tidak sama sekali. 

Junya Ito terus merepotkan sisi sayap.

Keito Nakamura aktif mencari ruang.

Dan Ayase Ueda mulai menunjukkan kenapa ia dipercaya menjadi ujung tombak utama Jepang.

Menit ke-31.

Ueda mendapatkan peluang di dalam kotak penalti.

Satu sentuhan.

Satu tembakan.

Gol.

0-2.

Tunisia benar-benar tidak punya jawaban.

Bahkan hingga turun minum, mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Jepang terlihat jauh lebih cepat, lebih terorganisir, dan lebih tajam di setiap lini. 

“Kadang skor besar lahir karena satu tim bermain luar biasa. Kadang juga karena lawannya tidak siap. Tunisia malam itu mengalami keduanya sekaligus.”

Masuk babak kedua, situasi tidak berubah.

Kalau Tunisia berharap pelatih baru bisa memberikan keajaiban saat jeda, harapan itu tidak bertahan lama.

Jepang tetap mendominasi.

Jepang tetap menyerang.

Dan Jepang tetap lapar.

Menit ke-69, Junya Ito ikut mencatatkan namanya di papan skor.

0-3.

Pertandingan praktis selesai. 

Namun Jepang belum selesai.

Ayase Ueda kembali muncul pada menit ke-83 untuk mencetak gol keduanya malam itu.

0-4.

Lampu dimatikan.

Pintu keluar ditunjukkan.

Tunisia resmi tidak punya jalan kembali. 

Yang paling menyakitkan bagi Tunisia mungkin bukan skor akhirnya.

Melainkan fakta bahwa mereka bahkan tidak mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Jepang mengontrol hampir semua aspek permainan, mulai dari penguasaan bola, kualitas peluang, hingga ritme pertandingan. 

Kekalahan ini juga membuat Tunisia menjadi salah satu tim pertama yang dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya dihajar Swedia 5-1 pada laga pembuka. Dua pertandingan, sembilan gol kebobolan, dan nol poin. 

Sementara bagi Jepang, kemenangan ini terasa sangat penting.

Setelah bermain imbang 2-2 melawan Belanda di laga pertama, banyak yang memuji permainan mereka tetapi mempertanyakan kemampuan menyelesaikan peluang.

Empat gol malam ini menjawab semuanya.

Samurai Biru bukan hanya bermain indah.

Mereka juga mulai bermain mematikan. 

Sekarang Grup F menjadi sangat menarik.

Belanda memimpin.

Jepang menempel ketat.

Swedia masih punya peluang.

Dan laga Jepang melawan Swedia di pertandingan terakhir tiba-tiba terasa seperti salah satu pertandingan paling menarik di fase grup. 

Rangkaian Gol

⚽ 4’ — Daichi Kamada (Jepang) 0-1

⚽ 31’ — Ayase Ueda (Jepang) 0-2

⚽ 69’ — Junya Ito (Jepang) 0-3

⚽ 83’ — Ayase Ueda (Jepang) 0-4 

Hasil Akhir

Tunisia 0-4 Jepang 🇹🇳🇯🇵

Man of the Match: Ayase Ueda

Dua gol, pergerakan tanpa bola yang luar biasa, dan menjadi pusat serangan Jepang sepanjang pertandingan. 

“Belanda mengirim peringatan ke Grup F. Jepang membalas dengan empat gol.”