Belanda datang ke Kansas City dengan satu misi sederhana.

Menang.

Tiga poin akan memastikan mereka finis sebagai juara Grup F tanpa perlu melihat hasil pertandingan lain.

Di sisi lain, Tunisia sebenarnya sudah lebih dulu dipastikan tersingkir. Yang mereka perjuangkan malam itu tinggal harga diri.

Masalahnya, pertandingan bahkan belum benar-benar dimulai ketika semuanya langsung berjalan buruk bagi wakil Afrika tersebut. 

Baru tiga menit laga berjalan, Donyell Malen mengirim umpan mendatar ke depan gawang. Ellyes Skhiri mencoba menghalau bola, tetapi justru mengarahkannya ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri.

3 menit.

Belanda unggul 1-0.

Awal yang paling tidak diinginkan bagi Tunisia. 

Belum sempat mereka bangkit, Belanda kembali menghukum.

Menit ke-7.

Cody Gakpo menusuk dari sisi kiri sebelum mengirim bola ke kotak penalti. Brian Brobbey berada di posisi yang tepat dan tanpa kesulitan menyontek bola menjadi gol.

2-0.

Empat menit.

Dua gol.

Pertandingan praktis selesai bahkan sebelum sepuluh menit pertama berakhir. 

Setelah unggul cepat, Belanda tidak lagi memaksakan tempo.

Anak asuh Ronald Koeman lebih banyak menguasai bola, memainkan operan-operan pendek, dan membuat Tunisia berlari mengejar bayangan.

Frenkie de Jong mengendalikan lini tengah, Ryan Gravenberch tampil tenang sebagai penghubung permainan, sementara Virgil van Dijk hampir tidak memberikan ruang bagi lini depan Tunisia.

Tunisia sesekali mencoba menyerang, tetapi peluang bersih nyaris tidak ada hingga turun minum. 

“Belanda tidak perlu bermain spektakuler selama 90 menit. Mereka cukup mematikan dalam tujuh menit pertama.”

Babak kedua akhirnya memberi sedikit harapan untuk Tunisia.

Menit ke-54.

Ali Abdi melepaskan umpan silang akurat dari sisi kiri. Hazem Mastouri memenangkan duel udara dan menyundul bola melewati Bart Verbruggen.

Gol.

2-1.

Pendukung Tunisia akhirnya memiliki alasan untuk bersorak. 

Sayangnya, harapan itu hanya bertahan delapan menit.

Belanda mendapat sepak pojok.

Jan Paul van Hecke melompat paling tinggi dan menyundul bola ke dalam gawang.

3-1.

Oranje langsung mematikan momentum kebangkitan Tunisia. 

Setelah gol ketiga, Ronald Koeman mulai merotasi pemainnya.

Memphis Depay, Justin Kluivert, Noa Lang, hingga Teun Koopmeiners mendapat kesempatan bermain.

Belanda tidak lagi mengejar tambahan gol.

Mereka hanya mengontrol permainan, menjaga ritme, dan memastikan tidak ada kejutan di sisa waktu.

Tunisia sendiri terus mencoba mencetak gol kedua, tetapi rapatnya pertahanan Belanda membuat usaha mereka selalu kandas sebelum mencapai kotak penalti. 

Peluit panjang akhirnya berbunyi.

Belanda menang 3-1.

Mereka menutup fase grup dengan catatan sempurna: tiga pertandingan, tiga kemenangan, sepuluh gol tercipta, dan hanya kebobolan dua kali. Hasil itu mengantarkan Oranje lolos sebagai juara Grup F dan akan menghadapi Maroko di babak 32 besar. 

Bagi Tunisia, ini menjadi penutup turnamen yang ingin segera mereka lupakan.

Tiga pertandingan.

Tiga kekalahan.

Kebobolan 12 gol.

Dan pulang tanpa membawa satu poin pun. 

Meski begitu, gol Hazem Mastouri setidaknya memberi sedikit senyum bagi para pendukung Tunisia. Di tengah turnamen yang penuh kekecewaan, mereka masih sempat merayakan satu momen indah sebelum mengucapkan selamat tinggal kepada Piala Dunia.

Rangkaian Gol

⚽ 3’ — Ellyes Skhiri (Gol Bunuh Diri) 0-1 🇳🇱

⚽ 7’ — Brian Brobbey (Belanda) 0-2

⚽ 54’ — Hazem Mastouri (Tunisia) 1-2

⚽ 62’ — Jan Paul van Hecke (Belanda) 1-3 

Hasil Akhir

Tunisia 1-3 Belanda 🇹🇳🇳🇱

Man of the Match: Brian Brobbey 🏆

Brobbey kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol ketiganya di Piala Dunia 2026. Selain mencetak gol cepat yang membuat Belanda nyaman sejak awal, ia terus menjadi ancaman bagi lini belakang Tunisia lewat pergerakan dan duel fisiknya. 

“Belanda tidak hanya lolos. Mereka mengirim pesan bahwa Oranje pantas diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara.”