Ada alasan kenapa banyak orang memasukkan Prancis ke daftar favorit juara Piala Dunia 2026.

Tapi selama hampir satu jam melawan Senegal, alasan itu nyaris tidak terlihat.

Yang justru terlihat adalah Senegal bermain tanpa rasa takut.

Mereka menekan.

Mereka berani duel satu lawan satu.

Mereka beberapa kali membuat lini belakang Prancis terlihat tidak nyaman.

Dan yang paling penting, mereka berhasil membuat Kylian Mbappé nyaris tak terdengar namanya sepanjang babak pertama.

Bahkan peluang terbaik pada 45 menit pertama bukan milik Prancis.

Menjelang turun minum, Nicolas Jackson berhasil lolos ke kotak penalti dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang membentur tiang gawang Mike Maignan. Untuk beberapa detik, Senegal nyaris mengulang kisah 2002 ketika mereka mengalahkan Prancis di laga pembuka Piala Dunia.

Skor 0-0 saat turun minum mungkin terlihat biasa.

Tapi bagi Senegal, itu adalah bukti bahwa mereka mampu membuat salah satu tim terbaik dunia frustrasi.

"Kadang masalah terbesar bukan mencetak gol ke Prancis. Kadang masalah terbesarnya adalah bertahan ketika mereka akhirnya bangun."

Dan itulah yang terjadi setelah jeda.

Didier Deschamps tampaknya menemukan sesuatu di ruang ganti.

Prancis keluar dengan energi yang berbeda.

Michael Olise mulai lebih sering bergerak ke tengah.

Dembélé lebih aktif menyerang ruang kosong.

Dan Mbappé mulai mendapatkan bola di area yang ia sukai.

Menit ke-57 sebenarnya sudah menjadi peringatan pertama.

Mbappé mendapatkan peluang emas tetapi masih bisa dihentikan Édouard Mendy.

Tak lama kemudian ia sempat terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan Sadio Mané, tetapi wasit dan VAR memutuskan permainan dilanjutkan.

Namun Senegal tidak bisa terus bertahan.

Menit ke-66.

Michael Olise mengirim umpan terobosan yang membelah pertahanan Senegal.

Mbappé berlari menyambut bola dan menyelesaikannya dengan satu sentuhan dingin.

Gol.

1-0 untuk Prancis.

Gol itu terasa seperti bendungan yang akhirnya jebol.

Prancis langsung terlihat lebih percaya diri.

Sementara Senegal mulai kehilangan ketenangan yang mereka jaga selama lebih dari satu jam.

Serangan demi serangan mulai berdatangan.

Dan pada menit ke-82, pemain pengganti Bradley Barcola memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan celah di pertahanan Senegal.

Pada titik itu pertandingan terasa selesai.

Atau setidaknya semua orang mengira begitu.

Karena memasuki injury time, Senegal justru memberikan sedikit drama.

Menit ke-95.

Ibrahim Mbaye berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Mendadak Senegal punya harapan.

Mendadak stadion kembali hidup.

Mendadak para pendukung Prancis mulai melihat jam pertandingan lebih sering dari biasanya.

Masalahnya, harapan Senegal hanya bertahan sekitar satu menit.

Karena ketika mereka mulai bermimpi tentang gol penyeimbang, Mbappé datang untuk mengakhiri cerita itu.

Menit ke-96.

Sang kapten menerima bola di luar kotak penalti.

Satu sentuhan.

Satu ruang tembak.

Lalu sebuah tendangan keras yang meluncur ke sudut gawang.

Gol.

3-1.

Selesai.

Dan gol itu bukan sekadar gol penutup.

Itu adalah gol yang membuat Mbappé resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Prancis dengan 58 gol, melewati Olivier Giroud. Ia juga kini mengoleksi 14 gol di Piala Dunia, melampaui Lionel Messi dan menyamai Gerd Müller dalam daftar top skor sepanjang masa turnamen tersebut.

Jadi ya.

Prancis menang 3-1.

Tapi cerita pertandingan ini sebenarnya bukan tentang skor.

Ini tentang bagaimana Senegal mampu membuat favorit juara terlihat biasa selama satu jam.

Lalu tentang bagaimana seorang pemain bernama Kylian Mbappé hanya membutuhkan beberapa momen untuk mengubah pertandingan sepenuhnya.

Karena terkadang perbedaan antara tim hebat dan tim juara adalah satu pemain yang tahu kapan harus mengambil alih panggung.

Dan malam itu, panggungnya adalah milik Mbappé.

Rangkaian Gol

⚽ 66' — Kylian Mbappé (Prancis) 1-0

⚽ 82' — Bradley Barcola (Prancis) 2-0

⚽ 90+5' — Ibrahim Mbaye (Senegal) 2-1

⚽ 90+6' — Kylian Mbappé (Prancis) 3-1

Hasil Akhir

Prancis 3-1 Senegal

Man of the Match: M. Olise

"Senegal membuat Prancis bekerja keras. Mbappé membuatnya terlihat mudah."