Kalau ada satu tim yang terlihat tidak panik sama sekali di Piala Dunia 2026 sejauh ini, itu adalah Prancis.
Mereka datang sebagai salah satu favorit juara.
Dan melawan Irak, mereka bermain seperti tim yang tahu persis seberapa kuat mereka.
Sejak menit awal, Prancis langsung menguasai bola.
Irak bertahan rapat.
Hampir semua pemain berada di belakang garis bola.
Namun pertahanan sekuat apa pun biasanya hanya mampu bertahan sampai Mbappé menemukan ruang.
Menit ke-14.
Michael Olise menerima bola di sisi kanan dan melihat pergerakan Mbappé di depan kotak penalti.
Umpan diberikan.
Mbappé mengontrol situasi dalam sepersekian detik.
Lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang keras dari luar kotak penalti.
Gol.
1-0 untuk Prancis.
Kiper Irak hanya bisa melihat bola meluncur ke sudut gawang.
“Beberapa pemain membutuhkan peluang besar untuk mencetak gol. Mbappé hanya membutuhkan sedikit ruang.”
Setelah gol tersebut, tempo pertandingan sedikit menurun.
Prancis tetap dominan.
Tetapi Irak mulai lebih berani keluar menyerang.
Mereka beberapa kali mencoba memanfaatkan kecepatan serangan balik dan sempat memberi tekanan kepada lini belakang Prancis.
Namun hingga turun minum, skor tetap 1-0.
Lalu pertandingan berhenti.
Bukan karena peluit akhir babak pertama.
Melainkan karena badai petir.
Hujan deras dan aktivitas petir di sekitar stadion membuat pertandingan tertunda lebih dari dua jam. Para pemain masuk ke ruang ganti sementara penonton menunggu perkembangan cuaca.
Ketika pertandingan akhirnya dilanjutkan, Irak sebenarnya masih punya harapan.
Mereka hanya tertinggal satu gol.
Satu momen bisa mengubah semuanya.
Sayangnya, kesalahan fatal justru datang dari pihak mereka sendiri.
Menit ke-54.
Sebuah kesalahan dari lini pertahanan dan penjaga gawang Irak membuat bola jatuh ke area berbahaya.
Mbappé berada di tempat yang tepat.
Striker Prancis itu tidak membuang kesempatan.
Gol.
2-0.
Hadiah yang terlalu mahal untuk diberikan kepada pemain sekelas Mbappé.
Setelah gol kedua itu, pertandingan praktis berubah arah.
Irak mulai kehilangan energi.
Prancis semakin nyaman menguasai permainan.
Dan sebelas menit kemudian, gol ketiga datang.
Menit ke-66.
Michael Olise kembali menjadi kreator serangan.
Ia mengirim umpan yang membelah pertahanan Irak.
Ousmane Dembélé bergerak masuk ke ruang kosong.
Satu sentuhan.
Satu penyelesaian tenang.
Gol.
3-0.
Pertandingan selesai.
Irak terus berusaha mencari gol hiburan hingga akhir laga.
Tetapi Mike Maignan nyaris tidak pernah benar-benar dipaksa melakukan penyelamatan besar.
Prancis terlalu kuat.
Terlalu rapi.
Dan terlalu efisien.
Rangkaian Gol
⚽ 14’ — Kylian Mbappé (assist Michael Olise) 1-0
⚽ 54’ — Kylian Mbappé 2-0
⚽ 66’ — Ousmane Dembélé (assist Michael Olise) 3-0
Hasil Akhir
Prancis 3-0 Irak 🇫🇷🇮🇶
Man of the Match: Kylian Mbappé
Dua gol, terus menjadi ancaman sepanjang pertandingan, dan sekali lagi membuktikan bahwa panggung Piala Dunia adalah tempat favoritnya.
“Badai memang menghentikan pertandingan selama dua jam. Tetapi badai itu tidak pernah benar-benar menghentikan Mbappé.”