Ada tekanan besar yang mengiringi Inggris sebelum laga ini dimulai.
Hasil imbang melawan Ghana pada pertandingan sebelumnya membuat banyak kritik mengarah kepada pasukan Thomas Tuchel. Mereka dianggap terlalu lambat, terlalu mudah ditebak, dan kesulitan membongkar tim yang bermain bertahan.
Menghadapi Panama yang sudah dipastikan tersingkir, Inggris wajib menjawab semua keraguan itu.
Meski akhirnya menang 2-0, kemenangan tersebut ternyata tidak datang semudah yang dibayangkan.
Panama tampil tanpa beban sejak menit pertama.
Mereka bertahan dengan lima bek dan sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan Jordan Pickford. Bahkan pada beberapa kesempatan, lini belakang Inggris terlihat gugup menghadapi transisi lawan.
Sementara itu Inggris menguasai bola hampir sepanjang babak pertama, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih.
Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Harry Kane beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Panama, namun selalu mentok di lini belakang yang bermain disiplin.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol.
Sorakan kecil dari pendukung Inggris mulai terdengar.
Mereka kembali melihat tim kesayangannya kesulitan menghadapi lawan yang memilih bertahan total.
“Kadang lawan paling sulit bukan yang menyerang balik. Tapi yang menolak memberi ruang sedikit pun.”
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62.
Berawal dari sepak pojok Bukayo Saka, Jude Bellingham bergerak cerdik di depan gawang sebelum menyentuh bola ke sudut bawah gawang Panama.
Gol.
1-0 Inggris.

Gol tersebut langsung mengubah atmosfer pertandingan. Bellingham berlari ke arah tribune dan puluhan ribu pendukung Inggris spontan menyanyikan lagu “Hey Jude” yang menggema di seluruh stadion.
Baru lima menit berselang, Inggris kembali menghukum Panama.
Kali ini Bellingham menunjukkan sisi lain permainannya.
Ia menggiring bola dari sisi kiri, melewati satu pemain, lalu mengirim umpan silang akurat ke tengah kotak penalti.
Harry Kane menyambutnya dengan sundulan keras.
Gol.
2-0.

Bagi Kane, gol tersebut terasa spesial karena menjadi gol ke-11-nya di Piala Dunia, melewati rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris dalam sejarah turnamen.
Setelah unggul dua gol, Thomas Tuchel mulai melakukan rotasi.
Jordan Henderson masuk dan mencatat sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang tampil di empat edisi Piala Dunia. Sementara Panama terus berusaha mencari gol hiburan, namun penyelesaian akhir mereka kembali mengecewakan. Bahkan mereka mengakhiri turnamen sebagai satu-satunya tim yang gagal mencetak satu gol pun di Piala Dunia 2026.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Inggris menang 2-0 dan memastikan diri finis sebagai juara Grup L dengan tujuh poin.
Panama harus pulang tanpa poin dan tanpa satu gol pun sepanjang turnamen.
Permainan Inggris memang belum sempurna.
Mereka masih sempat kesulitan menghadapi blok rendah Panama.
Namun ketika Jude Bellingham mulai mengambil alih permainan, semuanya berubah hanya dalam waktu lima menit.
Rangkaian Gol
⚽ 62’ — Jude Bellingham (Inggris) 0-1
⚽ 67’ — Harry Kane (Inggris) 0-2 (assist Jude Bellingham)
Hasil Akhir
Panama 0-2 Inggris 🏴🇵🇦
Man of the Match: Jude Bellingham 🏆
Jude Bellingham menjadi pembeda mutlak bagi Inggris. Ia memecah kebuntuan lewat gol pembuka, kemudian memberikan assist sempurna untuk gol Harry Kane. Dalam laga yang sempat berjalan buntu selama lebih dari satu jam, Bellingham sendirilah yang mengubah arah pertandingan dan memastikan Three Lions melaju sebagai juara Grup L.

“Ketika Inggris mulai kehilangan ide, Jude Bellingham kembali mengingatkan semua orang kenapa ia disebut sebagai masa depan sekaligus masa kini Three Lions.”