Pertandingan ini sebenarnya sudah tidak menentukan siapa yang lolos.
Prancis sudah memastikan tiket ke babak 32 besar.
Norwegia juga sudah mengamankan tempat sebagai runner-up grup.
Namun ada satu hal yang masih diperebutkan.
Status juara grup.
Yang mengejutkan justru datang dari kubu Norwegia. Pelatih Ståle Solbakken memutuskan mengistirahatkan hampir seluruh pemain intinya. Erling Haaland, Martin Ødegaard, hingga Alexander Sørloth hanya duduk di bangku cadangan. Sebanyak 10 perubahan dilakukan dibanding laga sebelumnya. Keputusan yang langsung mengundang banyak tanda tanya.
Prancis tidak butuh waktu lama untuk memanfaatkan situasi itu.
Bahkan sebelum satu menit berjalan, Kylian Mbappé sudah menghantam mistar gawang lewat tendangan kerasnya.
Itu menjadi peringatan pertama.
Dan Norwegia tidak menghiraukannya.
Menit ke-7, Mbappé kembali menunjukkan kelasnya. Sebuah umpan terobosan membelah pertahanan Norwegia dan disambut Ousmane Dembélé dengan penyelesaian tenang.
1-0 Prancis.
Les Bleus langsung memegang kendali.
Belum sempat Norwegia menata permainan, Dembélé kembali beraksi.
Menit ke-20.
Mantan winger Barcelona itu menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan tajam ke tiang jauh.
Gol kedua.
2-0.
Prancis bermain cepat.
Prancis bermain sederhana.
Dan Norwegia terlihat kewalahan mengikutinya.
Namun laga belum selesai.
Satu menit berselang, Norwegia berhasil memperkecil kedudukan.
Berawal dari serangan cepat, Thelo Aasgaard lolos tanpa kawalan di dalam kotak penalti dan menaklukkan Mike Maignan.
2-1.
Gol itu sempat memberi harapan bahwa pertandingan akan kembali hidup.
Sayangnya, harapan itu hanya bertahan sekitar sepuluh menit.
Menit ke-32.
Dembélé kembali menerima bola di sisi kanan.
Dengan satu sentuhan ia melewati bek lawan, lalu menempatkan bola ke sudut gawang.
Gol.
Hat-trick.
Dalam waktu hanya 25 menit.
Penampilan luar biasa itu menjadikan Dembélé sebagai pemain Prancis pertama yang mencetak hat-trick di Piala Dunia sejak 1958, sekaligus salah satu hat-trick tercepat dalam sejarah turnamen.
“Ketika Dembélé sedang bermain seperti ini, pertahanan mana pun akan terlihat biasa saja.”
Memasuki babak kedua, Norwegia sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk kembali masuk ke pertandingan.
Menit ke-50, mereka mendapatkan hadiah penalti.
Jørgen Strand Larsen maju sebagai algojo.
Namun Mike Maignan membaca arah tendangan dengan sempurna dan menggagalkan peluang tersebut.
Mungkin itulah momen terakhir yang benar-benar bisa mengubah jalannya pertandingan.
Setelah penalti gagal, tempo pertandingan menurun.
Prancis lebih banyak menguasai bola.
Norwegia mencoba menyerang, tetapi rotasi besar yang mereka lakukan membuat chemistry permainan tidak sebaik biasanya.
Haaland dan Ødegaard tetap tidak dimainkan hingga akhir laga.
Keputusan Solbakken jelas menunjukkan bahwa fokus utama mereka adalah babak gugur, bukan perebutan juara grup.
Saat pertandingan memasuki injury time, Prancis menambah satu gol lagi.
Désiré Doué menyambut umpan silang dengan sundulan akurat yang tidak mampu dihentikan kiper Norwegia.
4-1.
Gol penutup yang menyempurnakan malam Les Bleus.
Peluit panjang berbunyi.
Prancis menutup fase grup dengan rekor sempurna.
Tiga pertandingan.
Tiga kemenangan.
Juara Grup I.
Sementara Norwegia memang kalah telak, tetapi mereka tetap lolos sebagai runner-up dan kini bersiap menghadapi Pantai Gading di babak 32 besar.
Yang paling diingat dari pertandingan ini tentu saja bukan hasil akhirnya.
Melainkan penampilan luar biasa Ousmane Dembélé.
Di malam ketika semua orang menunggu duel Mbappé melawan Haaland, justru Dembélé yang mencuri seluruh sorotan.
Rangkaian Gol
⚽ 7’ — Ousmane Dembélé (Prancis) 0-1
⚽ 20’ — Ousmane Dembélé (Prancis) 0-2
⚽ 21’ — Thelo Aasgaard (Norwegia) 1-2
⚽ 32’ — Ousmane Dembélé (Prancis) 1-3
⚽ 90+4’ — Désiré Doué (Prancis) 1-4
Hasil Akhir
Norwegia 1-4 Prancis 🇳🇴🇫🇷
Man of the Match: Ousmane Dembélé 🏆
Hat-trick dalam 25 menit sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan mengapa Dembélé menjadi pemain terbaik di lapangan. Ia menjadi motor serangan Prancis sejak menit pertama dan membawa Les Bleus menutup fase grup dengan rekor sempurna.
“Semua menunggu Haaland. Semua membicarakan Mbappé. Tapi malam itu, panggung sepenuhnya milik Ousmane Dembélé.”