Fase grup Piala Dunia 2026 akhirnya resmi berakhir.

Sebanyak 32 negara berhasil melaju ke babak 32 besar. Sisanya harus menerima kenyataan bahwa perjalanan mereka berhenti lebih cepat. Format baru memang memberi kesempatan lebih besar lewat delapan slot peringkat ketiga terbaik, tetapi pada akhirnya tidak semua bisa memanfaatkannya.

Di artikel sebelumnya kita sudah membahas Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, Qatar, dan Panama.

Nah, berikut enam negara terakhir yang juga dipastikan gagal melangkah ke babak gugur.

1. Uruguay 🇺🇾

Kalau ada hasil yang paling mengejutkan di fase grup, Uruguay jelas masuk dalam daftar teratas.

Datang sebagai salah satu tim unggulan dari Amerika Selatan, pasukan Marcelo Bielsa justru gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Mereka hanya mampu bermain imbang melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde sebelum akhirnya kalah 0-1 dari Spanyol pada pertandingan terakhir.

Hasil itu membuat Uruguay menutup fase grup dengan hanya dua poin. Mereka gagal finis di dua besar grup dan juga tidak mampu bersaing dalam perebutan delapan tiket peringkat ketiga terbaik. Ironisnya, Uruguay menjadi satu-satunya wakil CONMEBOL yang gagal mencapai babak 32 besar.

2. Korea Selatan 🇰🇷

Awalnya semuanya terlihat berjalan sesuai rencana.

Kemenangan atas Republik Ceko membuat Korea Selatan berada di posisi yang cukup nyaman. Banyak yang yakin Son Heung-min dan kawan-kawan akan kembali lolos ke fase gugur.

Namun semuanya berubah hanya dalam dua pertandingan.

Mereka dikalahkan Meksiko, lalu kembali tumbang saat menghadapi Afrika Selatan. Dua kekalahan beruntun itu membuat Korea Selatan finis di posisi ketiga. Ketika klasemen peringkat ketiga terbaik dihitung, poin mereka tidak cukup untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Harapan besar akhirnya berhenti di fase grup.

3. Iran 🇮🇷

Sulit mencari cerita yang lebih menyakitkan daripada yang dialami Iran.

Mereka mengawali turnamen dengan dua hasil imbang dan masih memiliki peluang lolos saat menghadapi Mesir pada laga terakhir. Bahkan pada masa injury time, Iran sempat mencetak gol yang mereka kira menjadi gol kemenangan.

Para pemain sudah merayakan.

Bangku cadangan ikut berlari ke lapangan.

Namun beberapa menit kemudian VAR menganulir gol tersebut karena offside tipis.

Pertandingan berakhir 1-1 dan Iran hanya mengoleksi tiga poin dari tiga hasil imbang. Setelah seluruh grup selesai dimainkan, jumlah itu ternyata tidak cukup membawa mereka masuk ke daftar delapan peringkat ketiga terbaik.

Beberapa sentimeter benar-benar mengubah nasib satu negara.

4. Selandia Baru 🇳🇿

Selandia Baru datang tanpa banyak ekspektasi.

Mereka sempat menunjukkan organisasi permainan yang cukup rapi dan bahkan mampu memberikan perlawanan di dua pertandingan awal. Namun ujian terakhir mereka datang saat menghadapi Belgia.

Hasilnya sangat berat.

Belgia menang telak 5-1 dan menutup semua peluang Selandia Baru untuk melaju ke fase gugur. Dengan hanya satu poin dari tiga pertandingan, wakil Oseania itu harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen Grup G.

Meski tersingkir, mereka tetap meninggalkan kesan sebagai tim yang berani bermain melawan lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.

5. Arab Saudi 🇸🇦

Arab Saudi sebenarnya tampil cukup disiplin sepanjang fase grup.

Mereka mampu menahan Uruguay dan masih memiliki peluang hingga pertandingan terakhir. Sayangnya, ketika menghadapi Tanjung Verde, Green Falcons gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.

Laga berakhir tanpa gol.

Hasil imbang itu membuat Arab Saudi gagal mengejar posisi yang dibutuhkan untuk lolos. Produktivitas menjadi masalah terbesar mereka sepanjang turnamen. Pertahanan memang cukup solid, tetapi terlalu sedikit peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Pada akhirnya, itu menjadi penyebab utama mereka harus pulang lebih cepat.

6. Irak 🇮🇶

Irak sempat membawa harapan besar bagi sepak bola Asia.

Namun menjelang pertandingan terakhir, situasi mereka sudah sangat sulit. Mereka wajib meraih hasil positif saat menghadapi Senegal.

Sayangnya, Senegal tampil jauh lebih efektif.

Irak harus mengakui keunggulan lawannya dan kehilangan kesempatan untuk finis di posisi yang aman. Ketika seluruh klasemen selesai dihitung, poin yang mereka kumpulkan tidak cukup untuk bersaing sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Perjalanan Irak pun resmi berakhir di fase grup.

Enam negara ini menyusul Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, Qatar, dan Panama yang lebih dulu dipastikan tersingkir.

Kini seluruh peserta babak 32 besar sudah lengkap.

Sementara itu, enam negara di atas harus menerima kenyataan bahwa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berhenti tepat setelah fase grup usai.

“Format baru memberi lebih banyak kesempatan. Tapi pada akhirnya, sepak bola tetap sederhana—hasil di lapanganlah yang menentukan siapa yang lanjut dan siapa yang harus pulang.”