Kalau lihat hasil akhirnya doang, mungkin orang bakal mikir biasa aja. P38. Selesai. Tidak podium, tidak menang, dan tidak ada trofi juga. Tapi kalau benar-benar ngikutin race-nya dari awal sampai akhir, cerita Max Verstappen di 24H Nürburgring sebenarnya jauh lebih seru daripada angka hasil akhirnya. Karena ini bukan balapan yang tenang. Ini balapan yang isinya chaos terus-terusan, dan Verstappen Racing hampir saja menang di debut mereka.
Awalnya semua berjalan bagus. Mereka start dari P4, lalu perlahan naik. Mobil #3 Mercedes-AMG GT3 milik Verstappen Racing terlihat cepat sejak malam hari. Bahkan beberapa kali mereka sempat terlihat seperti mobil paling stabil di depan. Dan jujur ya, saya agak kaget juga. Soalnya Nürburgring itu bukan trek yang gampang langsung dikuasai orang baru.
Treknya panjang.
Tikungannya banyak.
Cuacanya random.
Traffic multiclass-nya bikin stres.
Dan kalau salah sedikit mobil bisa langsung masuk rumput atau tembok.
Makanya waktu Verstappen Racing mulai memimpin race, timeline motorsport langsung rame. Orang-orang mulai ngomong:
“Anjir ini Max seriusan mau menang debut?”
Dan semakin malam, mobil mereka malah makin terlihat nyaman di depan.
“The Green Hell tidak peduli siapa juara dunia. Semua tetap harus survive.”
Yang menarik buat saya justru bukan cuma hasilnya, tapi aura Verstappen selama event ini. Di F1 sekarang dia kadang terlihat capek, sering frustrasi, dan sering ngomel soal regulasi. Tapi di Nürburgring dia terlihat seperti orang yang menikmati nyetir lagi. Kayak anak kecil dikasih mainan baru.
/24hNbr26_051706233419371PK_PK-38b.jpg)
Dan mungkin itu yang bikin banyak fans tiba-tiba suka lihat Max di GT3.
Karena vibes-nya beda.
Lebih lepas.
Lebih santai.
Dan lebih terlihat seperti orang yang benar-benar suka balapan.
Sampai akhirnya Nürburgring melakukan hal yang paling Nürburgring.
Mobil #3 kena masalah mekanis di fase akhir race. Padahal sebelumnya mereka sempat unggul cukup nyaman. Dan itu yang bikin sakit. Karena di endurance racing, rasa sakitnya bukan waktu kalah cepat, tapi waktu kamu sudah mulai percaya bisa menang lalu semuanya hilang pelan-pelan.
Mobil Verstappen akhirnya turun jauh dan diklasifikasikan finis di P38, tertinggal 21 lap dari pemenang.
Asli brutal 😭
“Di sprint race, satu lap buruk masih bisa diperbaiki. Di endurance race, satu problem kecil bisa menghancurkan kerja keras semalaman.”
Tapi tetap saja, saya rasa debut ini bukan sesuatu yang gagal. Karena mereka:
- langsung kompetitif,
- langsung fight di depan,
- sempat memimpin race,
- dan bikin semua orang sadar kalau Verstappen bukan datang cuma buat coba-coba.
Dan jujur ya, kalau suatu hari nanti Max benar-benar pindah fokus ke endurance racing, saya rasa dia bakal menyeramkan banget. Karena Nürburgring saja dia langsung nyetel, padahal banyak pembalap hebat butuh waktu lama buat nyaman di sana.
“Kadang hasil akhir tidak selalu menunjukkan seberapa bagus ceritanya.”
Dan saya rasa itu cocok buat menggambarkan 24H Nürburgring Verstappen tahun ini. Karena walaupun hasil akhirnya cuma P38, ceritanya tetap salah satu yang paling menarik buat ditonton.
Sumber
- Reuters — Verstappen’s team qualifies fourth on Nuerburgring 24 Hours debut
- Reuters — Nuerburgring feels Verstappen effect as fans rush to 24hr race
- Motorsport — Nurburgring 24 Hours: Max Verstappen on course to win in Mercedes 1-2
- Motorsport — Heartbreak for Verstappen Racing as mechanical problem hits late on
- GPFans — Max Verstappen Nurburgring 24 Hours: Race results and final times