Sebelum pertandingan dimulai, banyak yang mengira ini akan menjadi malam yang nyaman untuk Maroko.
Haiti sudah tersingkir.
Maroko hanya perlu menang untuk mengamankan tiket ke babak gugur.
Terdengar sederhana.
Ternyata tidak.
Justru Haiti yang membuat Atlanta terkejut.
Baru 10 menit pertandingan berjalan, Haiti mencetak gol yang akan dikenang sangat lama oleh para suporternya. Sebuah serangan cepat diakhiri dengan situasi yang membuat bola masuk ke gawang Yassine Bounou. Gol bunuh diri Bono itu sekaligus menjadi gol pertama Haiti di Piala Dunia sejak 1974. Stadion langsung meledak. Haiti unggul 1-0.
Maroko terlihat kaget.
Mereka menguasai bola, menyerang terus-menerus, tetapi Haiti bertahan dengan disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya.
Waktu terus berjalan.
Tekanan semakin besar.
Dan akhirnya kapten mereka maju menyelamatkan keadaan.
Menit ke-39.
Achraf Hakimi melakukan penetrasi khasnya dari sisi kanan sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang.
1-1.
Gol yang terasa seperti pelepas napas bagi seluruh pendukung Maroko.
Masalahnya, Haiti belum selesai membuat kejutan.
Hanya empat menit kemudian, Wilson Isidor menerima bola di luar kotak penalti.
Apa yang terjadi berikutnya mungkin menjadi salah satu gol terbaik Haiti sepanjang sejarah.
Tendangan kerasnya meluncur ke gawang tanpa bisa dihentikan Bono.
2-1 Haiti.
Untuk kedua kalinya dalam pertandingan, tim Karibia itu kembali unggul.
“Saat semua orang mengira Haiti datang untuk menjadi pelengkap grup, mereka justru hampir membuat salah satu kejutan terbesar turnamen.”
Beruntung bagi Maroko, respons mereka datang sangat cepat.
Saat babak pertama memasuki injury time, Ismael Saibari muncul di kotak penalti dan mencetak gol penyama kedudukan.
2-2.
Gol ketiganya dalam tiga pertandingan fase grup.
Dan mungkin gol terpentingnya sejauh ini.
Babak kedua menjadi cerita yang berbeda.
Energi Haiti perlahan mulai menurun.
Maroko terus menggempur.
Johny Placide, yang menjalani pertandingan internasional terakhirnya bersama Haiti, berkali-kali melakukan penyelamatan luar biasa untuk menjaga skor tetap imbang.
Namun pertahanan Haiti akhirnya runtuh.
Menit ke-78.
Situasi sepak pojok gagal dibersihkan dengan sempurna.
Soufiane Rahimi menyambar bola liar dari jarak dekat dan mengubah skor menjadi 3-2.
Untuk pertama kalinya dalam pertandingan, Maroko memimpin.
Haiti mencoba bertahan dan berharap mendapat satu kesempatan terakhir.
Tetapi pada menit ke-89, Gessime Yassine memastikan semuanya berakhir.
Golnya sempat diperiksa VAR sebelum akhirnya disahkan.
4-2.
Selesai.
Kemenangan itu membawa Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C di belakang Brasil yang juga menang pada pertandingan lainnya.
Namun jujur saja.
Meski kalah, Haiti pulang dengan sesuatu yang lebih berharga daripada poin.
Mereka mencetak gol Piala Dunia pertama mereka dalam lebih dari setengah abad.
Bahkan bukan satu.
Tapi dua.
Dan keduanya tercipta dengan cara yang tidak akan mudah dilupakan.
Rangkaian Gol
⚽ 10’ — Gol bunuh diri Yassine Bounou (Haiti) 0-1
⚽ 39’ — Achraf Hakimi (Maroko) 1-1
⚽ 43’ — Wilson Isidor (Haiti) 1-2
⚽ 45+1’ — Ismael Saibari (Maroko) 2-2
⚽ 78’ — Soufiane Rahimi (Maroko) 3-2
⚽ 89’ — Gessime Yassine (Maroko) 4-2
Hasil Akhir
Maroko 4-2 Haiti 🇲🇦🇭🇹
Man of the Match: Achraf Hakimi
Satu gol, satu assist, dan peran besar saat Maroko dua kali bangkit dari ketertinggalan. Bek PSG itu menjadi pemimpin yang dibutuhkan Atlas Lions ketika pertandingan mulai mengarah ke kejutan besar.
“Maroko mendapatkan tiket ke babak gugur. Haiti mendapatkan rasa hormat dunia. Kadang sepak bola memang bisa memberi keduanya sekaligus.”