Kalau seseorang melihat skor akhirnya saja, mungkin mereka akan berpikir pertandingan ini berjalan mudah.
Jerman 7.
Curaçao 1.
Selesai.
Dominasi total.
Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu.
Karena selama beberapa menit di Houston, negara kecil berpenduduk sekitar 160 ribu orang itu benar-benar membuat Jerman berkeringat.
Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Jerman menunjukkan kenapa mereka datang ke Piala Dunia sebagai salah satu kandidat juara.
Felix Nmecha menerima bola di depan kotak penalti, memainkan kombinasi cepat, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Eloy Room.
1-0 untuk Jerman.
Sesuatu yang hampir semua orang prediksi.
Setelah gol itu, pertandingan terlihat mengarah ke skenario yang biasa.
Jerman menguasai bola.
Jerman menyerang.
Curaçao bertahan.
Lalu datang menit ke-21.
Momen yang mungkin akan terus diceritakan di Curaçao selama bertahun-tahun.
Livano Comenencia menusuk ke area pertahanan Jerman. Bola sempat mengenai pemain lawan dan berubah arah sebelum masuk ke gawang Manuel Neuer.
Gol.
1-1.
Gol pertama Curaçao dalam sejarah Piala Dunia.
Dan untuk beberapa detik, stadion seperti lupa bahwa salah satu tim di lapangan adalah juara dunia empat kali.
Para pemain Curaçao berlari merayakan.
Suporter mereka melompat kegirangan.
Bangku cadangan ikut meledak.
Karena tidak peduli bagaimana pertandingan berakhir nanti, mereka baru saja mencetak gol pertama dalam sejarah negaranya di Piala Dunia.
“Tidak semua sejarah dibuat dengan kemenangan. Kadang satu gol sudah cukup untuk membuat sebuah bangsa tersenyum.”
Sayangnya bagi Curaçao, menyamakan kedudukan ternyata malah membangunkan Jerman.
Tim asuhan Julian Nagelsmann mulai meningkatkan tempo permainan.
Tekanan datang dari segala arah.
Menit ke-38, Nico Schlotterbeck menyundul bola hasil sepak pojok dan membawa Jerman kembali unggul.
2-1.
Belum sempat Curaçao bernapas lega, petaka berikutnya datang menjelang turun minum.
Kai Havertz dijatuhkan di kotak penalti.
Penalti diberikan.
Havertz maju sendiri sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Room.
3-1.
Babak pertama selesai.
Kalau masih ada harapan kejutan dari Curaçao, harapan itu benar-benar habis hanya dua menit setelah babak kedua dimulai.
Joshua Kimmich mengirim umpan matang ke Jamal Musiala.
Musiala menyelesaikannya dengan tenang.
4-1.
Di titik itu pertandingan praktis selesai.
Curaçao tetap berusaha bermain.
Tetap menyerang ketika ada kesempatan.
Tetap berlari mengejar bola.
Tapi kualitas Jerman terlalu jauh di atas mereka.
Nathaniel Brown menambah gol kelima pada menit ke-68.
Deniz Undav yang masuk dari bangku cadangan mencetak gol keenam pada menit ke-78.
Lalu Kai Havertz menutup malam itu dengan gol keduanya pada menit ke-88.
7-1.
Skor yang langsung mengingatkan banyak orang pada kemenangan legendaris Jerman atas Brasil di semifinal Piala Dunia 2014.
Bukan karena lawannya sama kuat.
Tapi karena angkanya sama-sama terasa tidak nyata.
Yang menarik, setelah peluit panjang berbunyi, cerita terbaik justru tidak datang dari papan skor.
Para pemain Jerman dan Curaçao terlihat berkumpul bersama dalam lingkaran doa di tengah lapangan.
Sebuah pemandangan yang mungkin tidak akan masuk highlight pertandingan, tetapi menjadi salah satu momen paling menyentuh dari fase grup sejauh ini.
Karena pada akhirnya, malam itu memang milik Jerman.
Mereka mencetak tujuh gol.
Mereka memulai turnamen dengan sempurna.
Mereka bahkan memecahkan rekor sebagai negara dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, melewati Brasil.
Tapi Curaçao juga pulang dengan sesuatu.
Gol pertama.
Pertandingan pertama.
Dan kenangan pertama mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.
“Jerman memenangkan pertandingan. Curaçao memenangkan sebuah kenangan.”
Rangkaian Gol
⚽ Felix Nmecha (6’) — Jerman 1-0 Curaçao
⚽ Livano Comenencia (21’) — Jerman 1-1 Curaçao
⚽ Nico Schlotterbeck (38’) — Jerman 2-1 Curaçao
⚽ Kai Havertz (45+1’, penalti) — Jerman 3-1 Curaçao
⚽ Jamal Musiala (47’) — Jerman 4-1 Curaçao
⚽ Nathaniel Brown (68’) — Jerman 5-1 Curaçao
⚽ Deniz Undav (78’) — Jerman 6-1 Curaçao
⚽ Kai Havertz (88’) — Jerman 7-1 Curaçao