Pertandingan ini mungkin menjadi salah satu laga fase grup yang paling unik di Piala Dunia 2026.
Jepang hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.
Swedia juga masih punya peluang lolos, tetapi mereka harus berhati-hati karena selisih gol bisa menjadi penentu.
Akibatnya, babak pertama berjalan jauh lebih hati-hati daripada yang diperkirakan.
Jepang tetap mendominasi penguasaan bola seperti biasanya. Ao Tanaka dan Daichi Kamada mengontrol lini tengah, sementara Ritsu Doan beberapa kali mencoba membuka ruang di sisi kanan. Di kubu Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyökeres lebih banyak menunggu kesempatan lewat serangan balik.
Peluang memang ada, tetapi tidak benar-benar berbahaya.
Penyelamatan terbaik babak pertama justru datang dari Jacob Widell Zetterström yang menggagalkan peluang Ayase Ueda dari jarak dekat. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
“Kadang pertandingan terbesar bukan yang penuh peluang, tetapi yang penuh perhitungan.”
Memasuki babak kedua, Jepang akhirnya menaikkan tempo.
Menit ke-56, sebuah kombinasi umpan cepat dimulai dari Ritsu Doan. Bola bergerak rapi melewati beberapa pemain sebelum Daizen Maeda melakukan sprint ke dalam kotak penalti dan menyambut umpan terobosan dengan penyelesaian dingin.
Gol.
1-0 Jepang.
Gol yang membuat para pendukung Samurai Biru bersorak karena pada saat itu mereka hampir pasti lolos sebagai runner-up Grup F.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
Enam menit berselang, Anthony Elanga menunjukkan kualitas individunya.
Menerima bola di sisi kanan, pemain Newcastle itu menggiring bola mendekati kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke sudut gawang Zion Suzuki.
Tidak ada yang bisa dilakukan sang kiper.
Gol indah.
1-1.
Swedia kembali hidup, dan peluang mereka menuju babak gugur ikut terbuka lebar.
Setelah skor kembali imbang, pertandingan berubah menjadi lebih terbuka.
Swedia mulai percaya diri.
Isak beberapa kali merepotkan lini belakang Jepang, termasuk satu sundulan di masa injury time yang nyaris menjadi gol kemenangan.
Beruntung bagi Jepang, Zion Suzuki melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola hingga membentur mistar gawang.
Mungkin itulah penyelamatan terpenting Jepang sepanjang fase grup.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Tidak ada gol tambahan.
Tidak ada pemenang.
Tetapi kedua tim sama-sama tersenyum.
Hasil imbang 1-1 memastikan Jepang finis sebagai runner-up Grup F dengan lima poin. Swedia juga berhasil lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik dengan koleksi empat poin.
Bagi Jepang, tantangan berikutnya jauh lebih berat.
Di babak 32 besar, mereka sudah ditunggu Brasil.
Lima kali juara dunia.
Tim yang belum menunjukkan banyak kelemahan sepanjang fase grup.
Jika Jepang ingin melanjutkan kisah indah mereka, ujian sesungguhnya baru akan dimulai.
Sementara bagi Swedia, hasil ini terasa seperti penebusan setelah dihajar Belanda 5-1 pada pertandingan sebelumnya.
Mereka sempat diragukan.
Kini mereka kembali punya kesempatan membuktikan diri di fase gugur.
Rangkaian Gol
⚽ 56’ — Daizen Maeda (Jepang) 1-0
⚽ 62’ — Anthony Elanga (Swedia) 1-1
Hasil Akhir
Jepang 1-1 Swedia 🇯🇵🇸🇪
Man of the Match: Anthony Elanga 🏆
Elanga kembali menjadi pembeda bagi Swedia. Gol spektakulernya tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga memastikan negaranya mengamankan tiket ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

“Jepang menjaga mimpi tetap hidup. Swedia menolak pulang. Dan kini, Brasil sudah menunggu Samurai Biru.”