Kalau ada satu pertandingan yang langsung menunjukkan versi baru Inggris di bawah Thomas Tuchel, mungkin inilah jawabannya.
Menyerang?
Ya.
Menghibur?
Jelas.
Membuat fans deg-degan tanpa alasan?
Tentu saja. Inggris tetap Inggris. 😭
Sejak menit awal, Three Lions langsung tampil agresif. Baru 12 menit pertandingan berjalan, Noni Madueke dijatuhkan Luka Modrić di kotak penalti. Harry Kane maju sebagai eksekutor. Tendangan pertamanya sebenarnya berhasil ditepis, tetapi VAR melihat ada pemain Kroasia yang masuk kotak penalti terlalu cepat.
Penalti diulang.
Dan kali ini Kane tidak membuat kesalahan.
1-0 untuk Inggris.

Gol itu membuat Inggris semakin percaya diri. Jude Bellingham mulai menguasai lini tengah, Madueke terus merepotkan pertahanan Kroasia, dan beberapa peluang mulai bermunculan.
Masalahnya, ketika Inggris sedang nyaman, Kroasia tiba-tiba mengingatkan semua orang bahwa mereka adalah finalis Piala Dunia 2018.
Menit ke-36.
Martin Baturina menerima bola di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Jordan Pickford.
1-1.
 (1).webp)
Pertandingan kembali hidup.
Untung bagi Inggris, mereka punya Harry Kane.
Menit ke-42, kapten Inggris itu kembali muncul. Kali ini melalui situasi sepak pojok yang berantakan di kotak penalti Kroasia. Kane berdiri bebas dan menyambar bola untuk membawa Inggris unggul lagi.
2-1.
.webp)
Harusnya itu menjadi momentum sempurna menuju ruang ganti.
Harusnya.
Karena Kroasia punya rencana lain.
Memasuki injury time babak pertama, Petar Musa memanfaatkan kelengahan lini belakang Inggris dan mencetak gol penyeimbang.
2-2.
.webp)
Empat gol dalam satu babak.
Dan tiba-tiba semua orang sadar bahwa pertandingan ini tidak akan berjalan normal.
"Kalau Inggris ingin menghibur, mereka benar-benar serius melakukannya."
Babak kedua bahkan belum berjalan dua menit ketika Inggris kembali memimpin.
Jude Bellingham, yang sepanjang laga terlihat seperti pemain terbaik di lapangan, menerima bola di area berbahaya dan melepaskan penyelesaian tenang ke gawang Kroasia.
3-2.
.webp)
Gol yang terasa sangat penting.
Bukan hanya karena mengubah skor, tetapi karena menghancurkan momentum Kroasia yang baru saja mendapatkan gol sebelum jeda.
Setelah itu Inggris tampil jauh lebih dominan.
Mereka terus menyerang.
Mereka terus menciptakan peluang.
Dan sejujurnya, skor bisa jauh lebih besar kalau bukan karena penampilan luar biasa kiper Kroasia yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Bahkan banyak pendukung netral mengakui sang kiper mencegah pertandingan berubah menjadi pembantaian.
Namun tekanan terus-menerus akhirnya menghasilkan gol keempat.
Menit ke-85.
Marcus Rashford yang masuk dari bangku cadangan menerima bola di sisi kiri, menusuk ke dalam, lalu menyelesaikannya dengan dingin.
4-2.
.webp)
Selesai.
Kroasia memang sempat memberikan perlawanan yang sangat merepotkan, tetapi malam itu Inggris memiliki terlalu banyak senjata.
Kane mencetak dua gol.
Bellingham tampil luar biasa.
Madueke terus menjadi ancaman.
Rashford masuk dan langsung memberikan dampak.
Semua hal yang ingin dilihat Thomas Tuchel dari timnya muncul dalam pertandingan ini.
Tapi ada satu catatan yang tidak boleh diabaikan.
Inggris mencetak empat gol.
Namun mereka juga kebobolan dua gol.
Dan beberapa kali terlihat rapuh saat menghadapi serangan langsung Kroasia. Bahkan pelatih Kroasia Zlatko Dalić menyebut gol-gol Inggris banyak lahir dari kelemahan timnya dalam bertahan saat bola mati, bukan karena dominasi taktis semata.
Jadi ya, ini kemenangan yang meyakinkan.
Tapi juga kemenangan yang menyisakan pekerjaan rumah.
Karena tim juara dunia biasanya tidak hanya tahu cara mencetak empat gol.
Mereka juga tahu cara menjaga agar tidak kebobolan dua.
Rangkaian Gol
⚽ 12' — Harry Kane (Penalti) 1-0
⚽ 36' — Martin Baturina 1-1
⚽ 42' — Harry Kane 2-1
⚽ 45+5' — Petar Musa 2-2
⚽ 47' — Jude Bellingham 3-2
⚽ 85' — Marcus Rashford 4-2
Hasil Akhir
Inggris 4-2 Kroasia
Man of the Match: Harry Kane
(2 gol dan menjadi motor kemenangan Inggris)

"Empat gol menunjukkan mengapa Inggris layak disebut favorit. Dua gol kebobolan mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang."