Kalau dua hari sebelumnya dipenuhi kejutan, hari berikutnya di babak 32 besar justru menghadirkan cerita yang lebih kejam.

Inggris nyaris dipermalukan DR Kongo.

Belgia bangkit dari jurang eliminasi.

Dan Amerika Serikat membuktikan bahwa bermain dengan sepuluh orang bukan alasan untuk menyerah.

Tiga pertandingan.

Tiga jalan berbeda menuju babak 16 besar.

Namun satu hal tetap sama.

Di fase gugur…

Tidak ada kesempatan kedua.

🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 Inggris 2-1 DR Kongo

Tidak banyak yang mengira Inggris akan dibuat kesulitan oleh DR Kongo.

Namun tujuh menit setelah kick-off, seluruh prediksi seolah langsung dibuang ke tempat sampah.

Brian Cipenga mencetak gol cepat yang membuat DR Kongo unggul lebih dulu. Stadion mendadak sunyi, sementara para pemain Inggris terlihat mulai kehilangan ritme permainan. 

Sepanjang babak pertama, The Three Lions terus menekan.

Namun peluang demi peluang selalu gagal dikonversi menjadi gol.

Semakin lama pertandingan berjalan, tekanan justru semakin besar.

Karena di babak gugur, satu kesalahan berarti pulang.

Saat banyak orang mulai membicarakan kemungkinan kejutan terbesar turnamen, Harry Kane akhirnya mengambil alih panggung.

Menit ke-75.

Gol penyama kedudukan.

Sebelas menit kemudian…

Kapten Inggris itu kembali muncul di kotak penalti dan mencetak gol kedua yang membalikkan keadaan.

Dari hampir tersingkir…

Menjadi lolos ke babak 16 besar.

Itulah mengapa pemain besar selalu hadir di momen terbesar. 

🇧🇪 Belgia 3-2 Senegal

Kalau ada pertandingan paling gila sejauh ini di babak 32 besar…

Jawabannya ada di Seattle.

Belgia benar-benar berada di ambang eliminasi.

Senegal tampil luar biasa sejak awal pertandingan. Habib Diarra membuka keunggulan sebelum Ismaïla Sarr menggandakan skor di awal babak kedua.

2-0.

Dengan waktu yang terus berjalan, Senegal tinggal menghitung menit menuju babak berikutnya. 

Belgia terlihat kehilangan ide.

Serangan mereka terus mentah.

Frustrasi mulai terlihat di wajah para pemain.

Lalu semuanya berubah hanya dalam hitungan menit.

Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Belum sempat Senegal menenangkan permainan, Youri Tielemans menyundul bola menjadi 2-2 di menit ke-89.

Dalam sekejap…

Keunggulan dua gol lenyap begitu saja. 

Extra time menjadi semakin emosional.

Kedua tim sama-sama kelelahan.

Saat adu penalti tampak semakin dekat, VAR kembali menjadi pusat perhatian.

Belgia mendapat hadiah penalti pada penghujung extra time.

Tielemans maju sebagai eksekutor.

Tanpa ragu.

Gol.

Belgia menang 3-2.

Sementara Senegal harus menerima salah satu eliminasi paling menyakitkan di Piala Dunia 2026 setelah sempat unggul dua gol. 

Sepak bola benar-benar kejam. Kadang unggul 2-0 pun ternyata belum cukup.

🇺🇸 Amerika Serikat 2-0 Bosnia dan Herzzegovina

Tuan rumah kembali menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar numpang lewat.

Amerika Serikat tampil agresif sejak menit awal dan berhasil memecah kebuntuan melalui Folarin Balogun tepat sebelum turun minum.

Segalanya tampak berjalan sempurna.

Sampai satu insiden mengubah jalannya pertandingan.

Balogun menerima kartu merah pada babak kedua.

Amerika harus bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari setengah jam. 

Bosnia langsung meningkatkan tekanan.

Mereka menguasai bola.

Menciptakan peluang.

Terus menyerang.

Namun lini belakang Amerika tampil disiplin luar biasa.

Tim Ream dan Chris Richards berkali-kali mematahkan serangan Bosnia yang mulai frustrasi.

Saat lawan sibuk mengejar gol penyama kedudukan, Amerika justru memukul balik.

Malik Tillman melepaskan tendangan bebas yang meluncur sempurna ke pojok gawang.

2-0.

Permainan selesai.

Meski bermain dengan sepuluh orang, Amerika Serikat tetap berhasil mengamankan tiket menuju babak 16 besar dan kini akan menghadapi Belgia dalam duel yang dipastikan berlangsung panas. 

Rekap Hasil Round of 32 Hari Ini

🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 Inggris 2-1 DR Kongo

➡️ Harry Kane mencetak dua gol comeback untuk membawa Inggris lolos.

🇧🇪 Belgia 3-2 Senegal (Extra Time)

➡️ Belgia bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan menang dramatis lewat penalti Youri Tielemans.

🇺🇸 Amerika Serikat 2-0 Bosnia dan Herzegovina

➡️ Bermain dengan sepuluh orang, Amerika tetap tampil solid dan melangkah ke babak 16 besar.

Hari demi hari, babak gugur Piala Dunia 2026 terus membuktikan satu hal.

Nama besar memang membantu.

Tetapi mental juara jauh lebih menentukan.

Inggris diselamatkan oleh sang kapten.

Belgia menulis salah satu comeback terbaik di turnamen ini.

Sementara Amerika Serikat menunjukkan bahwa keberanian dan disiplin bisa mengalahkan segala situasi.

Babak 16 besar kini semakin lengkap.

Dan kalau setiap hari terus menghadirkan drama seperti ini…

Bisa jadi Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai salah satu edisi paling liar dalam sejarah sepak bola.