Kadang saya suka mikir…
gila ya, sepak bola itu cuma permainan 22 orang rebutan bola. Tapi entah kenapa bisa bikin:
- satu kota tidak tidur,
- satu negara menangis,
- dan satu tongkrongan tiba-tiba saling maki cuma karena beda klub
Dan sekarang, sepak bola resmi punya harinya sendiri.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan tanggal 25 Mei sebagai World Football Day atau Hari Sepak Bola Sedunia. Keputusan itu diresmikan pada 7 Mei 2024 lewat Sidang Umum PBB setelah resolusi bernama A/RES/78/281 disetujui oleh lebih dari 160 negara anggota.
Asli sih…
bola sekarang memang sudah bukan sekadar olahraga.
“Sepak bola adalah satu-satunya hal di dunia yang bisa membuat orang asing tiba-tiba berpelukan.”
Tanggal 25 Mei sendiri dipilih bukan asal pilih. PBB menetapkannya untuk memperingati 100 tahun turnamen sepak bola internasional pertama dalam sejarah, yaitu turnamen sepak bola di Olimpiade Paris tahun 1924. Banyak yang menganggap event itu sebagai salah satu titik awal sepak bola modern mulai benar-benar mendunia.
Dan jujur ya…
keputusan ini terasa masuk akal banget.
Karena sepak bola memang punya pengaruh yang kadang sulit dijelaskan.
Coba lihat:
- orang beda negara bisa duduk bareng nonton final,
- orang beda bahasa bisa teriak bareng pas gol menit 90,
- bahkan orang yang hidupnya lagi berantakan kadang masih bisa bahagia cuma karena klub favoritnya menang
“Sepak bola tidak selalu membuat hidup lebih mudah. Tapi sering membuat hidup terasa lebih hidup.”
PBB sendiri bilang sepak bola punya peran besar dalam:
- perdamaian,
- persatuan,
- toleransi,
- kesehatan,
- sampai pembangunan sosial.
Dan saya rasa itu benar.
Karena di dunia yang sering ribut soal banyak hal, sepak bola tetap jadi salah satu sedikit hal yang masih bisa menyatukan banyak orang.
Walaupun ya…
kadang habis pertandingan malah ribut lagi.
Yang paling lucu sebenarnya adalah betapa absurdnya pengaruh sepak bola ke hidup manusia.
Bayangin:
ada orang yang mood hidupnya bisa rusak seminggu cuma karena klubnya kalah di injury time.
Ada juga yang rela:
- begadang sampai subuh,
- bolos kerja,
- atau kehilangan suara,
demi nonton final yang bahkan pemainnya tidak kenal mereka secara pribadi.
Tapi mungkin memang itu indahnya sepak bola.
Dia bukan cuma olahraga.
Dia sudah jadi:
- budaya,
- pelarian,
- identitas,
- bahkan untuk beberapa orang… alasan tetap semangat seminggu lagi.
“Beberapa orang datang ke stadion untuk menonton bola. Beberapa lainnya datang untuk merasa tidak sendirian.”
Dan jujur ya, saya rasa tidak ada olahraga lain yang lebih pantas punya hari sedunia selain sepak bola.
Karena pada akhirnya, dunia mungkin memang terlalu besar untuk disatukan banyak hal.
Tapi selama masih ada sepak bola…
setidaknya manusia masih punya alasan untuk bersorak bersama.
Sumber