Di tengah semua mobil GT3 brutal yang suaranya bikin tanah bergetar, ternyata ada satu mobil yang sukses mencuri perhatian cuma karena… dia terlihat seperti mobil harian bapak-bapak komplek.

Yup, di 24 Hours of Nürburgring 2026 sekarang ada Dacia Logan.

Mobilnya turun dengan nomor #300, masuk kelas SP3T, dibawa oleh tim Ollis Garage Racing. Dan yang bikin makin seru, driver-driver mereka juga bukan nama random tempelan doang. Mobil ini dikendarai oleh:

  • Oliver Kriese
  • Christian Geilfus
  • Robert Neumann
  • Alexander Becker

Semua itu tercantum di daftar peserta resmi Nürburgring 24H.

Dan jujur saja, saya suka banget keberadaan mobil ini.

Karena di saat semua tim lain datang bawa monster GT3 mahal dengan aero agresif dan tampang sangar, tiba-tiba muncul Dacia Logan yang auranya seperti:

“Saya memang tidak tercepat, tapi saya tetap ikut nongkrong.”

Asli lucu banget.

“Nürburgring adalah tempat di mana mobil jutaan euro dan mobil rasa rentalan bisa balapan di trek yang sama.”

Yang bikin Nürburgring 24H selalu menarik memang bukan cuma soal siapa paling cepat. Tapi soal betapa random dan gilanya entry list mereka. Tahun ini ada lebih dari 160 mobil dari berbagai kelas, jadi di satu sisi ada GT3 brutal milik Max Verstappen, di sisi lain ada Dacia Logan yang tampil seperti mobil habis antar galon.

Dan anehnya… justru mobil seperti ini yang sering jadi favorit fans.

GPFans bahkan menyebut Dacia Logan ini sebagai salah satu mobil paling ikonik yang wajib dilihat tahun ini, sampai dijuluki “Dacia shopping cart.”

“Kalau mobil lain datang untuk menang, Dacia datang untuk membuat semua orang tersenyum.”

Dan mungkin memang itu indahnya endurance racing.

Karena di balapan seperti Nürburgring 24 jam, bukan cuma soal siapa paling cepat. Tapi soal siapa yang cukup nekat untuk ikut bertahan 24 jam di trek yang dijuluki The Green Hell.

Dan sekarang… salah satu yang mencoba bertahan di sana adalah Dacia Logan.

Mobil yang kalau parkir di Indomaret mungkin tidak ada yang nengok.

Tapi begitu masuk Nürburgring… malah jadi legenda kecil dadakan.

Sumber