Kalau lihat hasil final FA Cup barusan, saya jujur langsung mikir satu hal: Manchester City memang susah banget dibuat berhenti. Di Wembley, City berhasil mengalahkan Chelsea 1-0 dan merebut trofi FA Cup lagi, dengan gol penentu dari Antoine Semenyo lewat backheel di menit 72 setelah menerima umpan dari Erling Haaland. Kemenangan itu juga bikin City meraih gelar FA Cup ke-8 mereka.
“Kadang trofi tidak perlu menang dengan cara paling ribut. Cukup satu momen, satu sentuhan, selesai.”
Yang saya suka dari pertandingan ini justru karena City menang dengan cara yang sangat City: tidak harus meledak-ledak dari awal, tapi tetap sabar, tetap rapat, lalu begitu ada celah sedikit saja langsung dihukum. Reuters menulis laga ini sempat berjalan hati-hati, sebelum Semenyo memecah kebuntuan dan mengubah suasana pertandingan. Chelsea sebenarnya sempat punya momen juga, tapi akhirnya tetap pulang dengan rasa yang sama: nyaris, tapi belum cukup.
Buat Chelsea, ini rasanya makin pahit karena kekalahan ini menambah catatan buruk mereka di final domestik.
Reuters menyebut mereka sekarang mengalami tujuh kekalahan beruntun di final piala domestik, dan musim ini juga lagi berantakan karena inkonsistensi serta pergantian pelatih. Jadi, bukan cuma kalah satu laga, tapi memang seperti lagi susah menemukan bentuk terbaiknya.
“Di sepak bola, kalah satu final itu sakit. Kalah terus di final yang sama rasanya seperti hidup meminta maaf tapi tidak pernah benar-benar berubah.”
Sementara itu, kemenangan ini juga punya arti besar buat City. Reuters menulis ini adalah domestic cup double untuk tim Pep Guardiola musim ini, dan untuk Guardiola sendiri ini jadi gelar besar ke-15 bersama City. Ada juga nada yang terasa seperti penutup era, karena laporan Reuters menyebut kemenangan ini mungkin menandai akhir dari satu masa panjang Guardiola di Etihad, walaupun kontraknya masih berjalan.
Kalau saya rangkum dengan bahasa paling jujur: City menang bukan cuma karena kualitas pemainnya, tapi karena mereka tahu cara tetap tenang di momen yang paling tegang. Chelsea datang dengan harapan, tapi City datang dengan kebiasaan menang. Dan di final seperti ini, kebiasaan menang itu kadang sudah setengah dari pekerjaan selesai.
“Tim besar bukan yang selalu main indah. Tim besar itu yang tetap tahu cara menang saat permainan mulai tidak indah.”
Sumber
- Reuters — Semenyo magic hands Man City 1-0 FA Cup win over Chelsea
- Reuters — Man City’s FA Cup triumph shows the rewards of patience under Guardiola
- Reuters — Chelsea seek FA Cup salvation after tumultuous season, Man City still eye treble
- Reuters — Chelsea agree deal with Alonso to take over as head coach, say reports