Skotlandia datang ke Miami dengan harapan.
Brasil datang dengan misi.
Dan setelah 90 menit selesai, hanya satu tim yang terlihat benar-benar siap untuk babak gugur.
Brasil mengalahkan Skotlandia 3-0 dan memastikan diri finis sebagai juara Grup C. Bukan cuma menang, tapi menang dengan cara yang membuat mereka terlihat semakin berbahaya.
Bahkan pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika semuanya mulai berantakan untuk Skotlandia.
Scott McKenna melakukan kesalahan fatal di area pertahanan sendiri. Rayan langsung menekan, bola lepas, dan Vinicius Junior berada di tempat yang tepat untuk menghukum kesalahan itu.
Gol.
1-0 Brasil.
Belum genap sepuluh menit, Skotlandia sudah tertinggal.
Masalahnya, Brasil tidak berhenti di sana.
Mereka terus menekan.
Terus menyerang.
Terus memaksa lini belakang Skotlandia membuat keputusan sulit.
Vinicius bahkan sempat mencetak gol kedua, tetapi dianulir setelah wasit melihat adanya pelanggaran dalam proses serangan. Untuk sesaat Skotlandia bernapas lega.
Sayangnya hanya untuk sesaat.
Menjelang turun minum, Brasil kembali menyerang dari sisi kanan. Bruno Guimarães mengirim umpan silang ke tiang jauh dan Vinicius muncul tanpa pengawalan.
Sundulan.
Gol.
2-0.
Tepat sebelum jeda.
Momen yang mungkin paling menyakitkan bagi Skotlandia sepanjang malam.
“Kalau kebobolan di menit awal itu tamparan, kebobolan tepat sebelum turun minum itu biasanya pukulan telak.”
Babak kedua sebenarnya sempat memberi sedikit harapan bagi Skotlandia.
Mereka mulai berani maju.
Billy Gilmour dan John McGinn mencoba meningkatkan tempo permainan.
Beberapa peluang tercipta.
Namun Alisson tampil solid setiap kali dibutuhkan.
Dan ketika Skotlandia sedang mencoba bangkit, Brasil justru membunuh pertandingan.
Menit ke-60.
Serangan yang dibangun dengan sabar berakhir di kaki Bruno Guimarães. Gelandang Newcastle itu mengirim umpan matang kepada Matheus Cunha yang langsung menyelesaikannya menjadi gol ketiga.
3-0.
Selesai.
Yang membuat malam Brasil semakin sempurna adalah satu nama yang akhirnya kembali muncul.
Neymar.
Menit ke-76, stadion langsung bergemuruh ketika sang nomor 10 masuk dari bangku cadangan. Setelah absen panjang akibat cedera dan melewatkan dua pertandingan pertama, Neymar akhirnya kembali mengenakan jersey Brasil di Piala Dunia.
Dia memang tidak mencetak gol.
Tapi setiap sentuhannya membuat stadion bereaksi.
Setiap kali bola berada di kakinya, ada perasaan bahwa sesuatu bisa terjadi.
Dan mungkin itu saja sudah cukup untuk membuat para pendukung Brasil tersenyum malam ini.
Sementara itu Skotlandia harus menunggu hasil dari grup lain.
Mereka finis dengan tiga poin dan selisih gol minus tiga. Harapan lolos sebagai salah satu peringkat tiga terbaik masih ada, tetapi nasib mereka kini tidak lagi berada di tangan sendiri.
Bagi Brasil, ceritanya berbeda.
Tujuh poin.
Juara grup.
Belum kebobolan sejak laga melawan Maroko.
Vinicius sedang panas.
Cunha sedang percaya diri.
Dan Neymar mulai kembali.
Kalau ada tim yang terlihat semakin berbahaya seiring turnamen berjalan, Brasil ada di daftar paling atas.
Rangkaian Gol
⚽ 7’ — Vinicius Junior (Brasil) 1-0
⚽ 45+3’ — Vinicius Junior (Brasil) 2-0
⚽ 60’ — Matheus Cunha (Brasil) 3-0
Hasil Akhir
Skotlandia 0-3 Brasil 🏴🇧🇷
Man of the Match: Vinicius Junior
Dua gol, satu ancaman konstan sepanjang pertandingan, dan performa yang membuat pertahanan Skotlandia tidak pernah tenang. Vinicius kini masuk dalam perburuan Sepatu Emas dan mulai terlihat seperti pemain yang siap memimpin Brasil jauh di turnamen ini.
“Ketika Neymar kembali, sorotan memang tertuju kepadanya. Tapi malam ini tetap milik Vinicius Junior.”