Empat hari lalu Belanda meninggalkan lapangan dengan perasaan campur aduk.
Mereka dua kali unggul melawan Jepang.
Mereka dua kali gagal mempertahankannya.
Dan akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2 yang terasa seperti kekalahan.
Banyak yang mulai mempertanyakan tim asuhan Ronald Koeman.
Apakah mereka benar-benar kandidat juara?
Apakah lini belakang mereka cukup kuat?
Apakah terlalu bergantung pada Cody Gakpo?
Semua pertanyaan itu tidak dijawab dengan konferensi pers.
Mereka dijawab dengan lima gol.
Swedia datang ke Houston dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Tunisia 5-1 pada laga pertama. Viktor Gyökeres dan Alexander Isak sedang panas, sementara banyak pengamat menganggap laga ini akan berjalan seimbang.
Ternyata tidak.
Belanda langsung menginjak pedal gas sejak menit pertama.
Baru lima menit pertandingan berjalan, Brian Brobbey membuka keunggulan. Striker yang dipercaya menjadi starter di depan Memphis Depay langsung membayar kepercayaan itu dengan gol cepat yang membuat Swedia kehilangan pijakan.

Dan itu baru permulaan.
Belanda terus menyerang dari kedua sisi lapangan. Frenkie de Jong yang kembali ke susunan pemain membuat lini tengah Oranje terlihat jauh lebih hidup. Tempo permainan mereka meningkat drastis dibanding pertandingan melawan Jepang.
Menjelang pertengahan babak pertama, Brobbey kembali mencetak gol.
2-0.

Swedia bahkan belum sempat bernapas.
Pertahanan mereka terlihat kewalahan menghadapi pergerakan cepat para pemain depan Belanda. Setiap kehilangan bola langsung berubah menjadi serangan berbahaya.
“Kadang satu hasil imbang membuat tim kehilangan kepercayaan diri. Kadang satu hasil imbang membuat tim marah. Belanda memilih opsi kedua.”
Babak pertama berakhir dengan dominasi penuh Oranje.
Dan kalau ada pendukung Swedia yang berharap situasi membaik setelah jeda, harapan itu hanya bertahan beberapa menit.
Karena Cody Gakpo langsung mencetak gol ketiga sesaat setelah babak kedua dimulai.
3-0.
Belanda semakin nyaman.
Swedia semakin panik.
Menit ke-59, Swedia akhirnya mendapatkan sedikit harapan.
Anthony Elanga berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

Untuk beberapa menit, pertandingan terasa sedikit hidup kembali. Pendukung Swedia mulai berharap akan terjadi keajaiban.
Masalahnya, Belanda tidak sedang ingin memberi siapa pun kesempatan.
Gakpo kembali mencetak gol untuk mengembalikan jarak tiga gol.
4-1.
Selesai.
Tidak ada drama.
Tidak ada comeback.
Tidak ada keajaiban.
Yang ada justru satu gol tambahan menjelang akhir pertandingan melalui Crysencio Summerville.
Pemain pengganti itu menutup malam sempurna Belanda dengan gol kelima setelah sebelumnya juga terlibat dalam beberapa peluang berbahaya.
Ketika peluit panjang berbunyi, skor menunjukkan angka yang tidak banyak diprediksi orang.
Belanda 5.
Swedia 1.
Tim yang datang dengan status salah satu serangan terbaik turnamen justru pulang dengan kebobolan lima gol. Sementara Belanda menunjukkan versi terbaik mereka sejauh ini di Piala Dunia 2026.
Yang paling menarik, kemenangan ini datang bukan dari satu pemain saja.
Brobbey mencetak dua gol.
Gakpo mencetak dua gol.
Summerville mencetak satu gol dan memberi kontribusi besar setelah masuk dari bangku cadangan.
Frenkie de Jong kembali.
Lini tengah hidup.
Serangan mengalir.
Dan untuk pertama kalinya di turnamen ini, Belanda terlihat seperti tim yang memang layak ditakuti.
Kini Oranje memimpin Grup F dengan empat poin dan berada di posisi yang sangat bagus untuk lolos ke babak gugur. Sementara Swedia harus memenangkan laga terakhir mereka untuk menghindari mimpi buruk tersingkir lebih awal.
Rangkaian Gol
⚽ 5’ — Brian Brobbey (Belanda) 1-0
⚽ 21’ — Brian Brobbey (Belanda) 2-0
⚽ 47’ — Cody Gakpo (Belanda) 3-0
⚽ 59’ — Anthony Elanga (Swedia) 3-1
⚽ 67’ — Cody Gakpo (Belanda) 4-1
⚽ 89’ — Crysencio Summerville (Belanda) 5-1
Hasil Akhir
Belanda 5-1 Swedia 🇳🇱
Man of the Match: Cody Gakpo (Belanda)

“Melawan Jepang, Belanda terlihat ragu. Melawan Swedia, mereka terlihat lapar. Dan itu perbedaan yang sangat berbahaya bagi lawan-lawan berikutnya.”