Kalau beberapa pekan terakhir Formula 1 terasa seperti milik Kimi Antonelli, Sabtu sore di Barcelona memberikan cerita yang sedikit berbeda.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada seseorang yang benar-benar berhasil memukul balik dominasi Mercedes nomor 12.
Namanya George Russell.
Dan dia melakukannya di saat yang tepat.
Sejak latihan bebas, Russell memang terlihat cepat. FP1 dikuasai Mercedes. FP3 juga berakhir dengan Russell di posisi teratas. Sementara Antonelli justru menjalani akhir pekan yang tidak terlalu mulus, bahkan sempat mendapat reprimand dari steward setelah insiden dengan Lance Stroll pada sesi latihan terakhir.
Namun tidak banyak yang menyangka kualifikasi akan berakhir dengan Mercedes mengunci posisi terdepan.
Ketika Q3 dimulai, Antonelli sempat terlihat punya peluang melanjutkan tren pole position-nya. Tapi Russell menyimpan lap terbaiknya untuk momen terakhir. Dengan catatan 1:14.679, pembalap Inggris itu merebut pole position dan mengalahkan Lewis Hamilton hanya dengan selisih 0,064 detik.
Yang menarik?
Hamilton justru menjadi ancaman terbesar Russell.
Bukan Antonelli.
Bukan Norris.
Bukan Verstappen.
Melainkan mantan rekan setimnya sendiri yang sekarang memakai seragam merah Ferrari.
“Kadang rival terberat adalah orang yang paling memahami caramu bekerja.”
Di belakang mereka, Antonelli harus puas di posisi ketiga. Bukan hasil buruk, tetapi cukup jarang melihat pemimpin klasemen dunia itu tidak berada di baris terdepan musim ini.
Lalu ada Lando Norris di posisi keempat.
McLaren sebenarnya datang dengan modal yang cukup menjanjikan setelah tampil kompetitif sepanjang latihan bebas. Namun ketika waktunya menentukan grid, mereka masih belum mampu mengalahkan Mercedes dan Ferrari.
Max Verstappen melengkapi lima besar.
Dan jujur saja, hasil itu mungkin lebih baik daripada yang ia perkirakan sendiri.
Sehari sebelumnya Verstappen bahkan mengaku Red Bull masih kekurangan grip dan belum memiliki kecepatan untuk bertarung memperebutkan pole position. Pada akhirnya ia tetap berhasil membawa mobilnya ke P5 dan menjaga peluang podium tetap hidup untuk hari Minggu.
Tapi cerita terbesar kualifikasi Barcelona bukan pole Russell.
Bukan pula Hamilton yang hampir mencuri posisi terdepan.
Melainkan Charles Leclerc.
Lagi.
Untuk akhir pekan kedua beruntun, pembalap Ferrari itu mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi. Kali ini mobilnya menghantam pembatas di Tikungan 4 dan memunculkan Red Flag yang langsung menghentikan jalannya Q3. Beberapa pembalap kehilangan kesempatan memperbaiki waktu lap mereka akibat insiden tersebut.
Bagi Leclerc, ini menjadi pukulan yang cukup berat.
Monaco berakhir dengan kecelakaan.
Barcelona juga berakhir dengan kecelakaan.
Dan saat rival-rivalnya bertarung memperebutkan pole, Ferrari nomor 16 justru harus kembali melihat sesi berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.
“Kecepatan bisa membawamu ke depan. Kesalahan kecil bisa menghapus semuanya dalam satu tikungan.”
Meski begitu, hari Sabtu ini tetap menjadi milik Mercedes.
Russell merebut pole.
Antonelli start dari posisi ketiga.
Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa balapan terakhir, ada perasaan bahwa kemenangan hari Minggu tidak akan datang semudah biasanya bagi sang pemimpin klasemen.
Karena di depannya ada George Russell yang sedang menemukan kembali performanya.
Di sampingnya ada Lewis Hamilton yang semakin nyaman bersama Ferrari.
Dan di belakangnya ada Norris serta Verstappen yang siap memanfaatkan setiap kesalahan.
Barcelona mungkin belum menghasilkan balapan.
Tapi kualifikasinya sudah berhasil menciptakan cerita.
Top 5 Kualifikasi Barcelona GP 2026
- P1 — George Russell (Mercedes)1:14.679
- P2 — Lewis Hamilton (Ferrari)+0.064
- P3 — Kimi Antonelli (Mercedes)+0.147
- P4 — Lando Norris (McLaren)+0.291
- P5 — Max Verstappen (Red Bull)+0.418